Author: fiberti

Digital Minimalism : Sebuah Trend Baru

Siapa millennials yang tidak kenal dengan istilah FOMO (Fear Of Missing Out)? Sebuah gejala sosial yang hinggap dalam manusia modern ; kebiasaan untuk terkoneksi dengan internet dan sosial media. Jika tiba-tiba saja koneksi hilang atau gadget tertinggal di rumah, pemiliknya akan langsung merasa resah gelisah.

“Bagaimana kalau….bagaimana kalau….?”

Dunia memang tetap berputar walaupun kita missed banyak informasi. Tapi apa yang terjadi selama jeda waktu itu? Continue reading “Digital Minimalism : Sebuah Trend Baru”

The Female (Male) Brain

“Sudah, perempuan urus anak saja!” Mungkin ini tagline yang pas untuk tema ini.

Tentu saja perkataan itu sudah tidak relevan lagi sekarang. Namun masih banyak beredar polemik mengenai bagaimana mendidik anak di jaman modern ini, terutama bagi anak perempuan.  Merasa sudah terbuka kesempatan yang sama, segala aspek kehidupan perlu disamakan.

Namun benarkah walaupun sudah dikondisikan sama seadil-adilnya, tidak akan ada perbedaan? Continue reading “The Female (Male) Brain”

Tiga Hal Praktis Mencapai Resolusi

 

Wah, sudah mau tahun baru. Kira-kira perlu membuat  resolusi, nggak? Jelang tahun baru  kebiasaan umum ‘kan bikin resolusi.  Tapi terkadang kita malas bikin resolusi tahun baru.  Berdasarkan pengalaman merasa banyak yang nggak tercapai, atau tidak sesuai target, terjadi banyak hal-hal tidak terduga.

Resolusi itu sebetulnya apa, sih? Semacam target, begitu bukan, ya?

Continue reading “Tiga Hal Praktis Mencapai Resolusi”

The Geography of Bliss : Bahagia Itu Sederhana

Ini kisah seorang Eric Weiner, jurnalis yang doyan berpergian keliling dunia. Dia adalah koresponden asing sebuah radio, dan beruntung bisa melakukan semua itu dengan dana pihak lain. Sambil traveling dia juga menulis sebuah buku, yang beda dengan buku traveling biasa. Karena yang dia teliti adalah negara yang paling membahagiakan. Tidak tanggung-tanggung perlu satu tahun untuk melakukan risetnya.
Penasaran apa saja, sih, ukuran kebahagiaannya? Benar nggak,  geografi memegang peranan penting?

Praktek Metode KonMari Tahap 2 : Buku

Hi. Bagaimana kabar merapikanmu?

Maaf, baru sempat update lagi. Semoga  ada yang sudah berhasil melalui Metode KonMari Tahap Pertama, ya.

Setelah melalui tahap pakaian dan berbagai pernik fesyen pengiringnya, mari kita mulai masuk tahap berikutnya yang bagi beberapa orang…ehm…berat.  Yaitu buku.  Bahkan ada yang bisa menyerah ditahap ini, lho.  Berani mencoba?

Kenapa buku lebih sulit daripada pakaian? Karena sudah menjadi bagian dari diri, alias sisi sentimentil juga berperan.  Kalau kamu merasa susah ditahap ini jangan khawatir, kamu nggak sendirian *nunjuk diri sendiri*.

Tarik nafas, yuk, mulai…. Continue reading “Praktek Metode KonMari Tahap 2 : Buku”

Rapi Dengan Metode KonMari

Beberapa hari ini aku mempraktekkan metode KonMari. Ini adalah sebuah metode terbaru yang cukup terkenal di tahun 2015 lalu. Diciptakan oleh Marie Kondo, seorang profesional dalam hal merapikan. Ia telah merilis dua buku seputar metode ini yang terjual laris manis.  Konon waiting list untuk kunjungan wanita yang berdomisili di Tokyo ini ke rumah klien, bisa sampai enam bulan!

Continue reading “Rapi Dengan Metode KonMari”