Nama Asli, Panggilan, atau Nickname?

 

Apalah artinya nama, kalau kata Shakespeare. Nama itu sakti, kata Bung Karno.

Dalam dunia blogger dan dunia maya kita sering melihat orang menulis menggunakan nama asli, nama panggilan, dan nickname (atau istilah kerennya nama beken).

Tentu saja semua punya alasan masing-masing. Yang nama asli karena memang ingin dikenal apa adanya, membangun kepercayaan.

Memilih nama panggilan juga berbagai sebab seperti kalau pakai nama asli malah teman-temannya nggak kenal-lah, nama asli terlalu panjang dll (ini kasusku sih HAHAHA).

Untuk nickname biasanya karena memilih tidak ingin dilacak atau digoogling namanya, biasanya karena alasan privasi, perjanjian dalam pekerjaan (misal kerja di pemerintahan), atau untuk urusan lain seperti ingin punya kebebasan lebih luas.

Sekarang apa efeknya pakai nama yang mana?

Aku dulu pernah mencoba ketiganya di berbagai kondisi berbeda misal di forum, di mailing list, di blog.  Hanya untuk menganalisa efeknya. Memang kentara kalau dengan nickname kita diselubungi perasaan aman dan dorongan untuk lebih blak-blakan ketimbang misal, menggunakan nama asli. Tergantung orangnya, ada perasaan lepas dari  tanggung jawab, gitu.

Seperti yang biasa kita lihat di kolom komentar media-media online, yang pakai nickname bicaranya lebih apa ya, sembarangan, aku bilang. Ketika internet pertama kali hadir, hampir semua orang di IRC atau forum menggunakan nickname. Dunia maya saat itu nggak seperti sekarang, seperti sebuah hutan yang gelap, siapa ngomong dengan kita seperti mata-mata tidak jelas identitasnya. Kita tidak tahu banyak.

Setelah jaman media sosial orang berlomba-lomba mengungkapkan identitasnya. Eksis.

Aku jadi ingat novel The Circle yang beken itu. Novel itu bercerita dunia  idealis tentang dimana sudah tidak ada privasi lagi. Jadi semua orang pakai satu identitas untuk akun di dunia maya dan semua hal. Hasilnya banyak tulisan dan komentar-komentar di dunia maya jadi lebih hati-hati dan sopan.  Mungkin kalau diterapkan disini, nggak akan ada pengacau atau sederetan tulisan penuh dengan kata-kata kebun binatang lagi. HAHAHA. Pawangnya sudah jiper duluan karena tahu konsekuensinya ngomong itu. Kayak bicara di forum  umum di dunia nyata saja. Mukanya udah ketauan dan identitasnya jelas. Apa iya setelah bicara mau nyembunyiin muka ke dalam lubang golf seperti burung kasuari?

Aku ngambil tengahnya saja disini, yang paktis : orang mau pakai identitas yang manapun, itu aku hormati, tapi tetap yang namanya konsekuensi dan tanggung jawab tidak hilang.  Bukan berarti karena aku, misalnya, pakai nickname bisa menghilangkan apa yang orang lain nilai dari isi postinganku dan akibatnya.

Kita semua tidak bisa sembunyi dari penilaian orang. Mau pakai nama apapun itu sudah membentuk sebuah karakter kita, bagian dari diri kita, meskipun di dunia nyata bisa saja aslinya beda 180 derajat.

Jadi kamu pakai nama yang mana?

Image : myroadtoglory.com

4 thoughts on “Nama Asli, Panggilan, atau Nickname?

  1. Halo mba Tutus, iya sayangnya kalo pakai nick org punya kecenderungan lebih berani bicara tanpa dipikir..hehe kl namanya masih tersedia di sosmed segera ambil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *