Tiga Hal Praktis Mencapai Resolusi

 

Wah, sudah mau tahun baru. Kira-kira perlu membuat  resolusi, nggak? Jelang tahun baru  kebiasaan umum ‘kan bikin resolusi.  Tapi terkadang kita malas bikin resolusi tahun baru.  Berdasarkan pengalaman merasa banyak yang nggak tercapai, atau tidak sesuai target, terjadi banyak hal-hal tidak terduga.

Resolusi itu sebetulnya apa, sih? Semacam target, begitu bukan, ya?

Resolusi menurut KBBI :

re·so·lu·si /résolusi/ n putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yg ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal: rapat akhirnya mengeluarkan suatu — yang akan diajukan kepada pemerintah

Resolusi tahun baru lebih dikenal orang sebagai sejenis “tekad bulat” atas target yang ingin dicapai tahun berikutnya. Sebetulnya fungsi membuat rencana bukan apakah harus tercapai atau tidak. Target memang diperlukan untuk mengawasi jejak langkah kita, apakah sedang turun, naik, atau stagnan.  Sebetulnya apa rahasia agar resolusi tercapai dan tidak sekedar menjadi seremoni jelang tutup tahun?

1.Tetapkan Tujuan

Yang namanya tujuan supaya tercapai harus memenuhi syarat SMART : Specific, Messurable, Achievable, Realistic, dan Timely (spesifik, bisa diperhitungkan, bisa dicapai, realitsis, dan ada tenggat waktunya)

Jadi kalau punya target yang ketinggian kita bisa kembali lagi ke istilah diatas. Atau kalau ternyata terlalu rendah pasangnya juga bisa dipertimbangkan kembali.

2.Tuliskan Diatas Kertas

Harus dibuat semacam breakdown. Jadi breakdown sebuah resolusi misalnya seperti ini:

Misal : Tahun depan ingin ke Kutub Utara  *Apa? HAHAHA.Nggak boleh protes. Namanya juga contoh*

Nah, di pecah-pecah lagi dalam sebuah mind mapping apa saja yang diperlukan.

mindmap

contoh mind mapping

Kemudian dibuat projected timeline untuk mencapai goal. Misalnya dibuat untuk waktu berapa bulan (sesuai kebutuhan).

timetable

contoh timetable

Untuk berangkat bulan Agustus maka uang yang dikumpulkan setiap bulan harus berapa. Apa saja yang perlu dilakukan dsb.dsb.

Itu penerapan dari resolusi di atas kertas.

3.Perbaiki Niat

Kemudian jangan lupa, niat untuk menjalankan resolusi juga penting, ya. Dan syarat sebuah niat yang baik itu kita sebaiknya menghindari mengucapkan kata..

“Saya kepingin

“Aku mau…”

“Gue akan…”

Karena otak akan menangkap kata setelah subyek (misal : ingin), bukan kata yang hadir setelah itu.

Kata “akan” membuat niat kita jadi lemah.

Nah, sekarang paham ‘kan kenapa kalau niatnya INGIN DIET atau AKAN DIET…akhirnya malah nggak diet-diet? Kok, hanya resolusi saja tanpa pernah tercapai dari tahun ke tahun? *semi curcol lol*  Coba ingat-ingat, kemarin banyak memakai kata akan, mau,ingin dan kawan-kawannya, nggak?

Jadi lebih baik langsung saja kita sebut kata kerja yang kita inginkan setelah subyek :

“Saya sehat”

“Saya dapat promosi”

“Saya menikah…”

dsb.

Kelanjutannya harus detail, ya. Ingat SMART diatas salah satunya spesifik. Misal ingin dapat promosi apa dan bagaimana…

Bila permintaanmu kurang detail maka…

Sambil menjalankan breakdown, lakukan visualisasi. Yaitu membayangkan semua yang dikerjakan sudah tampak hasilnya. Untuk menguatkan itu bisa dibantu dengan mengumpulkan gambar-gambar yang dibutuhkan.

Dan niat ini adalah penguat dari tahap paling penting, yaitu banyak-banyak……berdoa. LOL…Karena manusia hanya bisa berencana…

Tapi menurutku, yang namanya resolusi nggak harus selalu tahun baru. Bikin tujuan bisa kapan saja, mau bikinnya tanggal 13 Desember juga OK. Kalau tujuan sudah tercapai bikin baru lagi. Gagal juga harus dibuat lagi kan? Apa iya mau nunggu sampai tahun baru berikutnya . Sebab kalau dipikir-pikir tahun baru dan kalender masehi yang menciptakan juga manusia, berdasarkan perhitungan dan kesepakatan bersama. *eh, coba, deh, aku salah baca sejarah nggak, sih?*

Jadi misalnya aku ingin bikin tutup tahun baruku dan bikin resolusi itu setiap bulan purnama ke 10 ya suka-suka dong..HAHAHA. Ah, ini, sih, agendanya werewolf banget…

Jadi apa resolusi tahun baru kamu? Bagaimana cara kamu melakukan breakdown  selama ini?

Gambar : magda s for freeimages.com, commons.wikimedia.org, emuskarac.com, pixabay.com, wanna-joke.com, pophangover.com

10 thoughts on “Tiga Hal Praktis Mencapai Resolusi

  1. Aku nggak pernah buat resolusi loh kak. Paling buat target, apa yang mau dicapai tiap tahunnya, Kalau nggak kesampean aku flexible, ya mungkin belum rencananya Tuhan.. 🙂

    1. Hi mba Dew, betul, resolusi itu kan ide dan tekadnya, cara mencapai itu ya perlu bikin target..
      tepat sekali, manusia cuma bisa berencana haha

  2. Yang paling penting itu memang niat ya, niat nya harus di perkuat dulu supaya resolusi yang dibuat bisa terlaksana dengan baik 🙂

    1. betul mas fahrizi, niat itu seperti mata yang mengarahkan kepada target harus fokus dan presisi..supaya kena.

    1. Haha banyak yang lucu dalam hidup kalau kita bicara tentang ekspektasi dan kenyataan, mba Nel.
      Iya…sekarang aku lihat sudah jarang yang pos soal resolusi hihihi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *